728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 24 Maret 2025

    Pemprov Jatim Menerima Penghargaan dari KPK, Gubernur Khofifah : "Komitmen Pencegahan Korupsi Jadi Nafas Pemprov dan Kab/Kota Se-Jatim"


     



    YOGYAKARTA (mediasurabayarek.net) – Komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi yang teguh dilakukan oleh Pemerintah Proovinsi Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa-Timur , Khofifah Indar Parawansa. Atas kerja kerasnya berhasil mendapatkan apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

    KPK memberikan piagam penghargaan kepada Pemprov Jatim sebagai provinsi  peringkat kedua peraih Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Centre for Prevention (MCP) Tahun 2024. Kategori Pemerintah Provinsi pada wilayah koordinasi dan supervisei wilayah III KPK.

    Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPK RI Setyo Budianto kepada Gubernur Khofifah pada Rakor Penguatan Kepala Daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan bebas korupsi pasca pelantikan kepada daerah di Jogya Expo Centre, Daerah Istimewa Yogyakaarta (DIY) , Rabu (19/3/2025).

    Selain Pemprov Jatim, penghargaan serupa tingkat provinsi diberikan kepada Pemprov Jateng dan disusul tertinggi ketiga di Kalimantan Barat.

    Gubernur Khofifah  mengatakan, penghargaan ini merupakan buah kerja keras dan wujud komitmen  yang dilakukan seluruh jajaran Pemprov Jatim dalam upaya pencegahan korupsi.

    “Alhamdulillah Indeks Nilai MCP Jatim pad atahun 2024 mencapai 94 persen, capaian MCP Jatim ini berada di atas rata-rata nasional yang angka 76 persen,” kata Gubernur Khofifah.

    Tidak hanya itu, yang menarik dalam penyerahan penghargaan hari ini, selain Pemprov Jatim , tiga pemerintah kota di Jatim juga mendapat apresiasi peraih MCP tertinggi. Tiga daerah tersebut yakni Kota Surabaya, Kota Blitar dan Kota Mojokerto.

    “Ini artinya komitmen mencegah korupsi sudah menjadi nafas yang tidak hanya dilakukan Pemprov Jatim tapi juga oleh Pemda di Jatim,” imbuhnya.

    Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan,  terdapat delapan sasaran area IPKD MCP yang menjadi focus KPK. Yaitu perencanaan, penyusunan anggaran, pengadaan barang dan jasa , pelayanan public, manajemen ASN, pengelolaan BMD, optimalisasi pendapatan dan penguatan APIP.

    “Delapan hal ini turut menjadi focus kami untuk menghilangkan potensi terjadinya korupsi. Dengan digital system yang telah kita terapkan di Pemprov Jatim, menjadi benteng kuat dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

    Di sisi lain, Ketua KPK RI Setyo Budiyanto menjelaskan, rakor ini diharapkan menjadi sebuah bentuk komitmen serta integritas bagi seluruh kepala daerah yang telah berkomitmen pada masa awal pencalonan sampai proses pelantikan agar menghindarkan dari tindak korupsi.

    Menurutnya, integritas menjadi kunci bagi seluruh kepala daerah agar menjauhkan diri dari praktik korupsi.

    “Integritas adalah sesuatu yang mudah diucapkan , tapi sudah dilaksanakan,” ujarnya.

    Menjelang hari raya , Ketua KPK meminta integritas kepada daerah agar berani menolak dan melaporkan pemberian dari pihak luar.

    “Setiap tindakan kecil yang kita lakukan untuk melawan korupsi akan membawa dampak atau langkah besar dalam menyejahterakan masyarakat,” tegasnya,

    Ketua KPK mengungkapkan, meskipun jumlah personil tidak banyak, namun KPK bisa menempatkan orang-orang KPK di suatu tenoat daerah,

    Dicontohkannya, persoalan Pokir yang menjerat beberapa kasus korupsi di daerah merupakan hal-hal yang sebenarnya hal yang mudah dilakukan.Asalkan proses dan pengunaannya mau dilakukan secara benar atau tidak benar.

    Secara prinsip, KPK memandang bahwa Pokir tidak ada permasalahan asal digunakan untuk kepentingan dan aspirasi masyarakat jangan sampai disalahgunakan. Oleh karenanya, Bapeda, BPKAD harus berperan untuk mengkoordinasikan wilayahnya.

    Terkait PBJ, menurut Ketua KPK, bahwa LKPP telah membuat system V6 dalam e-katalog . Akan tetapi , persoalan korupsi bisa masuk ketika pintu depannya formal ditutup rapat. Namun pintu belakangnya di buka.

    “Mau dibuat versi berapapun kalau manusianya  tidak komitmen dan integritas serta menyalahgunakan maka akan sia-sia,” terangnya.

    Ketua KPK berpesan, agar permasalahan di daerah sekecil apapun harus diselesaikan dan menjadi tanggunhjawab dari kepala daerah.

    Di akhir arahannya, Ketua KPK meminta kepada kepala daerah untuk melihat ke atas dan melihat ke bawah atau melantai melihat persoalan yang ada didaerah.

    “Saya mengibaratkan bahwa Kepala Daerah adalah seoarng nakhoda atau pilot membawa penumpangnya atau masyarakatnya seperti apa,” tutupnya. (ded)


    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pemprov Jatim Menerima Penghargaan dari KPK, Gubernur Khofifah : "Komitmen Pencegahan Korupsi Jadi Nafas Pemprov dan Kab/Kota Se-Jatim" Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas