728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 24 Oktober 2023

    Keterangan Saksi Berbelit-Belit, Sering Ngaku Tidak Tahu dan Lupa

     



    SURABAYA (mediasurabayarek.com) -   Sidang lanjutan  terdakwa Usman Wibisono, yang tersandung dugaan perkara pencemaran nama baik, dengan agenda pemeriksaan saksi  Kennedy yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (23/10/2023).

    Selepas  Hakim Ketua Yoes Hantyarso SH MH membuka sidang dan terbuka untuk umum, langsung memberikan kesempatan kepada Jaksa Siska SH untuk bertanya pada saksi Kennedy terlebih dahulu.

    Jaksa Siska SH langsung  bertanya pada saksi , apakah somasi I (pertama) juga di-up load di Grup WA Sabuk Hitam ?

    "Ya, di-up load. Intinya minta uang laporan keuangan dan uangnya minta ditransfer pada somasi I. Somasi I juga di-up load di Grup WA Sabuk Hitam," jawab saksi.

    Pada somasi II (kedua), ditandatangani dua pengacaranya, yakni Beny Ruston SH dan Wahab SH, ditujukan untuk Bambang Irwanto, Erick Sastrodikoro, dan Tjandra Srijaya.

    Kembali Jaksa bertanya pada saksi pernah melihat mengenai  kalimat di Grup Wa," Sangat jelas Doel kenapa uang arisan di rekening penampungan arisan di BCA, nggak tahu saya kasih tahu. Jumlahnya hanya Rp 16 juta , ke mana jumlah yang lain ?"

    Namun, nama ketiganya ( Bambang Irwanto, Erick Sastrodikoro, dan Tjandra Srijaya-red), tidak pernah disebutkan nama-nama itu dalam WA. 

    Dalam arisan itu, Kennedy sebagai peserta arisan dan bayar setelah jatuh tempo. Yang diminta adalah uang Perkumpulan. Terdakwa bukan anggota perkumpulan. Alasan detllnya, saksi tidak mengetahuinya.

    "Saya ditunjukkan teks chat WA dari Tjandra Srijaya, mengajak dan mengundang untuk klarifikasi apa yang disomasikan itu. Tetapi tidak ada tanggapan. Ditelepon si Wike diajak klarifikasi, tetapi menuntut uangnya harus kembali," ujar saksi.

    Masih kata Jaksa, ada kewajiban untuk mengembalikan dana arisan sebesar Rp 11 miliar kepada Perkumpulan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai karatedo Indonesia. Apakah untuk perguruan menjadi satu dengan perguruan, ada kaitan dengan uang arisan harus diserahkan ke perguruan ?

    "Perguruan  dan perkumpulan beda. Perguruan tidak berbadan hukum, kalau perkumpulan berbadan hukum. Perkumpulan Liliana Herawati, Bambang Irwanto dan Tjandra Srijaya," jawab saksi. 

    Perguruan untuk latihan karate saja. Sedangkan Perkumpulan untuk mencari dana membantu menunjang perguruan. 

    Sementara itu, Jaksa Darwis SH bertanya pada saksi, apakah tahu sejak kapan arisan dimulai sejak kapan ?

    "Saya tidak mau , arisan itu dimulai kapan. Pada tahun 2007, saya tidak pernah ikut arisan yang namanya Eka Dharma Bakti. Saya tidak dengar arisan periode 1, 2,3 dan 4. Saya dengar nama Adrian Sunur dan rekeningnya dipakai untuk tampung arisan, hal itu saya  tidak tahu," jawab saksi.

    Ada satu meeting pada Januari 2022, saksi masuk dalam anggota perkumpulan. Ada yang ngomong ada rekening Adrian Sunur dan Rudi Hartono. Tapi saksi tidak tahu pasti dan hanya dengar saja. 

    Kembali Jaksa Darwis SH tanya pada saksi mengenai uang saldo Rp 8 miliar , sesuai somasi. Ini uang apa ?

    "Dalam sebuah meeting, saya diberitahu ada uang perkumpulan Rp 7,9 miliar. Itu belum termasuk dipotong uang pajak. Itu terdiri dari sumbangan dan hasil pengelolaan arisan. Hanya dengar saja,"jawab saksi.

    Saksi dikeluarkan dari Grup WA oleh Rudi Hartono, namun yang mengundang dalam Grup Wa, saksi tidak tahu. Sebab, tahu-tahu sudah dalam grup Wa tersebut.

    Setelah mendengar keterangan saksi ini, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Beny Ruston SH menyatakan, saksi  yang memberikan keterangan palsu di bawah sumpah, akan ditindak lanjuti.

    Majelis hakim bertanya pada saksi, apakah mengetahui arisan Eka Dharma Bakti berbadan hukum dan  berubah nama menjadi Perkumpulan Mental Kareta pada tahun 2017. Apakah saudara tahu atau tidak ?

    "Saya tidak tahu Yang Mulia dan belum terlibat, baru masuk tahun 2022. Mengenai keuntuangan arisan, saya tidak tahu," jawab saksi. 

    Majelis hakim kembali bertanya pada saksi, dalam somasi, yang diminta keuntungan uang arisan dari Perkumpulan sebesar Rp 11 miliar, apakah saudara saksi mengetahui  ?

    "Saya tidak tahu Yang Mulia. Terdakwa tidak membuat somasi itu," jawab saksi.

    Ketika terdakwa Usman diberikan kesempatan oleh Hakim Ketua Yoes SH untuk bertanya pada saksi, mengenai apakah Perkumpulan mendapatkan keuntungan dari arisan ?

    "Soal keuntungan arisan, saya tidak tahu," jawab saksi yang mengaku setelah Januari 2022, menjadi Pengurus Dewan Guru.Yang awalnya menjadi Dewan Pengawas.

    Keuntungan arisan sejak semula (tahun 2017), keuangan Rp 8 miliar. Apakah saksi tahu ?

    "Cuma diberitahu lewat meeting dari Erick. Jadi saya tidak tahu sendiri," jawab saksi.

    Dalam BAP, dinyatakan uang Rp 11 miliar itu bohong, siapa yang memberitahukan hal itu ?

    "Erick yang menyatakan hal itu. Sebab, nilainya Rp 7,9 miliar," jawab saksi.

    Dalam BAP, saksi menyebutkan bahwa Tjandra Srijaya berhasil mengumpulkan keuntungan arisan Rp 8 miliar, dari mana saudara tahu itu ?

    "Saya lupa hal itu. Sedangkan yang mengatakan bahwa Rp 11 miliar itu tidak benar adalah Eric," jawab saksi.

    Dalam BAP, saksi menyatakan somasi I yang berisi Rp 11 miliar itu ngawur, isinya palsu,fitnah dan dipalsukan ? 

    "Saya lupa dalam BAP itu," jawab saksi singkat. (ded)






     

    • Blogger
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Keterangan Saksi Berbelit-Belit, Sering Ngaku Tidak Tahu dan Lupa Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek
    Ke Atas