728x90 AdSpace

  • Latest News

      Senin, 30 November 2020

      Tidak Terbukti Bersalah, Pasutri Liem Inggriani dan Liauw Edwin Dibebaskan Majelis Hakim

       



      SURABAYA (mediasurabayarek.com) -  Sidang lanjutan pasangan suami-istri (pasutri) Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar, yang tersandung dugaan perkara penipuan dan penggelapan jual beli tanah di Desa Karang  Joang, Balikpapan, dengan agenda putusan majelis hakim yang digelar di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (30/11/2020).

      Dalam amar putusannya, majelis hakim PN Surabaya yang  diketuai I Ketut Tirta SH MHum menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar, karena tidak terbukti bersalah dan tidak melanggar pasal 378 KUHP maupun  pasal 372 jo pasal 55 ke-1 KUHP. 

      “Mengadili, terdakwa Liem Inggriani dan Edwin tidak terbukti melakukan tindak pidana dalam dakwaan kesatu dan kedua dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Oleh karenanya, membebaskan kedua terdakwa dari semua dakwaan dan tuntutan Jaksa. Dibebaskan dari tahanan dan membebankan biaya pada negara, " ujarnya.

       Setelah membacakan amar putusnnya, ini,Hakim Ketua I Ketut Tirta SH MHum mempersilahkan pada JPU Darwis SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya untuk menempuh upaya hukum (Kasasi), jikalau tidak menerima atas putusan tersebut.

      Lantas,  JPU Darwis tidak langsung akan mengajukan kasasi. “Baik yang Mulia atas putusan bebas tersebut,  saya pikir-pikir dulu,” ucap JPU Darwis.

      Sebagaimana diketahui, JPU menilai pasutri Liem Inggriani dan Edwin melanggar pasal 372 KUHP dan dituntut satu tahun penjara, karena melakukan penggelapan uang sisa hasil penjualan tanah di Balikpapan.

      Seusai mendengarkan putusan bebas ini, tampak Liem Inggriani tidak kuasa menahan tangis dan meneteskan air mata.

      Sehabis sidang, PH Yafet Kurniawan SH MH mengatakan, pihaknya telah berhasil  membuktikan di persidangan, bahwa  unsur melawan hukum sudah hilang sejak membayar konsinyasi. 


      "Hal itu sebagai dasar  dalam putusan, bahw unsur melawan hukum sudah hilang, baik penggelapan dan penipuan itu sudah tidak ada," tutur PH Yafet.

      Menurutnya, putusan bebas itu sangat tepat dan hakim sudah bertindak adil dalam menangani perkara ini. 

      "Kami sangat mengapresiasi atas putusan hakim ini," kata PH Yafet Kurniawan SH MH.

      Sebagaimana dalam pledoinya, PH Yafet menegaskan, bahwa  laporan pidana dari terpidana Kastiawan di Mabes Polri pada 21 Januari 2019. Namun demikian, di tahun 2014 perkara ini sudah inchract dan bahkan sudah dilakukan konsinyasi di PN Surabaya.

      "Laporan terpidana  Kastiawan di Mabes Polri pada 21 Januari 2019 adalah tuduhan palsu. Katanya belum ada penyelesikan pembagian penjualan tanah. Padahal, di tahun 2014 perkara ini sudah inchract dan bahkan sudah dilakukan konsinyasi di PN Surabaya," cetus PH Yafet Kurniawan SH MH.

      Dipaparkannya, jika sudah ada konsinyasi, maka perbuatan melawan hukum menjadi hilang.

      "Atas dasar itulah, kami memohon majelis hakim untuk membebaskan Liem Inggriani dan Edwin dari  segala tuntutan dan dakwaan Jaksa," pinta PH Yafet Kurniawan SH MH.

      Dalam pledoinya, PH  Yafet Kurniawan SH MH menyatakan, berdasarkan pasal 76 ayat 1 KUHP, seseorang tidak boleh dituntut dua kali atas perbuatan yang sama, yang sebelumnya sudah diputus oleh hakim dan berkekuatan hukum tetap.

      Ini mengingat, karena sudah ada putusan berkekuatan hukum tetap atas pokok perkara yang sama yakni perkara nomor 44/Pdt.G/2009/PN.Sby jo nomor 61/Pdt.G/2010/PT.Sby, perkara tersebut tidak dapat dituntut dua kali.

      Menurutnya,  bahwa tuntutan satu tahun dari Jaksa tersebut tidak berdasar jika dikaitkan dengan laporan pidana dari terpidana Kastiawan di Mabes Polri pada 21 Januari 2019. Sebab,  di tahun 2014 perkara ini sudah inchract dan bahkan sudah dilakukan konsinyasi di PN Surabaya.

      Dalam peraturan perundang-undang, jika pihak terpidana  Kastiawan menolak konsinyasi tetapi tidak mengajukan keberatan dalam waktu 14 hari yang telah ditetapkan. 

      Maka karena itulah, pihak terpidana  Kastiawan dianggap menerima konsinyasi. Sebetulnya kasus ini sudah selesai. Nah karena sudah di konsinyasi pada tahun 2014, maka unsur melawan hukum dalam kasus ini menjadi hilang,” ujar PH Yafet.  (ded) 

      • Blogger
      • Facebook Comments

      0 komentar:

      Posting Komentar

      Item Reviewed: Tidak Terbukti Bersalah, Pasutri Liem Inggriani dan Liauw Edwin Dibebaskan Majelis Hakim Rating: 5 Reviewed By: Media Surabaya Rek